Catatan ini coba kubuat sebagai informasi awal untuk teman-teman yang baru pertama kali ingin belajar tentang clay. Aku ini bukan perumus yang handal, dan lebih suka dengan gaya bahasa santai. Semoga teman-teman yang ingin belajar bersama, bisa memahami apa yang coba kubagikan ya :).

Clay itu adalah sebuah bahan yang gampang sekali dibentuk oleh tangan. Kalo dulu, aku tahunya clay itu adalah tanah liat yang dibuat dengan menggunakan alat putar khusus (seperti film Ghost ituu hahaha..:D). Nah ternyata sekarang ini, begitu banyak macam jenis clay yang bisa kita temui dipasaran umum. Cara memakainya pun mudah, tidak perlu banyak alat khusus untuk pemula. Bentuknya kebanyakan seperti malam lilin mainan anak, jadi tinggal dibentuk dengan menggunakan tangan semua. Jadi..untuk ibu rumah tangga seperti saya, yang mempunyai 2 jagoan kecil, bermain dengan clay terasa menyenangkan karena tidak dibutuhkan banyak peralatan khusus dan yang pastinya mudah untuk dikerjakan dirumah sambil membesarkan anak-anak ^_^. Untuk peralatan, sebenarnya ada banyak sekali cetakan-cetakan, alat-alat dan tekstur sheet yang dijual di pasaran, tapi kalo aku pribadi sih lebih suka membentuk sendiri dengan tangan. Beberapa tekstur sheet dan cetakan aku memang punya, tapi tidak banyak :).

Untuk membedakan macam-macam clay, biasanya aku membedakan dari proses pengeringannya atau dari beratnya (supaya lebih simpel menjelaskannya, karena jenis clay di pasaran banyak sekali). Kalau dari proses pengeringan, ada clay yang keringnya cukup diangin-angin saja dan ada yang perlu di oven. Nah kalo dari segi berat, ada clay yang hasil jadinya berat dan ada yang ringan. Mengenali jenis-jenis clay dengan baik akan memudahkan kita untuk berkarya. Sekarang aku akan mencoba memberikan sedikit contoh-contoh clay yang pernah kucoba:

* Soft clay adalah jenis clay pertama yang pernah kucoba. Aku dapat dari kakak iparku. Pertamanya aku tidak tahu kalo itu namanya soft clay karena tidak ada merknya. Tapi lama kelamaan setelah kupelajari, aku tahu kalo itu termasuk jenis soft clay ternyata. Cirinya: teksturnya tidak liat, dan bagus untuk bentuk detil. Proses pengeringan hanya tinggal di angin-angin. Clay ini agak berat, dan hasilnya keras setelah kering. Proses pewarnaannya adalah dengan mencampurkan cat pada clay pada saat akan dibentuk. Catnya bisa menggunakan cat poster, cat akrilik, dll. Atau kalau ada bermacam warna, bisa langsung dicampur antar warna yang ada. Contoh jenis claynya: Modena, Grace,dll. Clay ini hanya kucoba saat awal ini saja, dalam percobaanku berikutnya aku jarang sekali menggunakan soft clay (karena saat itu aku ga tau toko yang menjual bahan clay ini).

* Papercaly adalah jenis clay yang kucoba setelah soft clayku habis dan aku tidak menemukan dimana bisa membelinya (belum tahu toko OL :p). Jenis yang kupakai adalah clay DAS. Tekstur clay ini agak kasar, lebih liat dan keras dibanding clay lainnya. Saat dibentuk, dia meninggalkan residu di tangan. Agak cepat mengering, jadi ketika clay mulai kering tambahkan air sedikit pada clay. Proses pengeringan juga cukup diangin-angin. Hasil jadinya keras, berat dan bisa pecah bila jatuh. Pewarnaannya adalah ketika clay sudah mengering, baru sapukan cat pada clay, jangan dicampur bersamaan ketika menguleni clay. Biasa orang memakai clay ini untuk membuat tempat tisue, keranjang dll. Tp kalo aku sih…tentu saja untuk membuat boneka hahaha… :D. Aku ga terlalu suka pada patokan tertentu soalnya *ada sedikit jiwa pemberontak kayanya hehe ;p*. Contoh: DAS, La Doll, Jovi,dll. Untuk DAS clay, bisa didapat di garmedia, toga mas (toko umum yang kutahu). Oh yaa..untuk La Doll, Jovi, tekstur claynya tidak seliat clay DAS

Contoh kemasan DAS clay (warna putih). Tersedia juga warna terakota tanah liat.

* Light weight clay adalah jenis clay favoritkuuuu hihihi…. ^_^. Clay ini yang paling banyak kupakai saat berkarya. Teksturnya sangat lembut, cenderung agak lunak. . Sangat mudah sekali dibentuk oleh tangan. Clay ini sangat baik sekali untuk bentuk detil, hasilnya ringan setelah kering. Tidak bisa pecah karena teksturnya setelah kering seperti karet yang mem-bal kalau jatuh (bukan molor tapinya), lentur. Air dry. Biasanya tersedia bermacam-macam warna, jadi tinggal dicampur antar warna saja (asal dengan clay sejenis). Contohnya: Jumping clay, Amos clay, Debika clay, Hearty,dll. Jumping dan amos sifatnya sangat lengket dan mudah menempel, Hearty dan Debika lebih tidak lengket. Kata orang sih, clay ini adalah clay anak-anak hihhi…tapi untukku clay ini adalah clay yang sangat berseni :p. Makanya tadi kubilang, tidak semua orang mungkin setuju denganku, karena tiap orang mungkin cocok dengan jenis clay tertentu :D. Clay jenis ini (khususnya yang amos i-clay) sudah menjadi percobaanku bertahun2 jadi aku tau kelemahannya dan cara mengatasinya ^_^.

Contoh Amos i-clay (warna kuning). Tersedia dalam banyak warna.

Contoh kemasan Debika clay (warna putih). Ada bbrp macam warna lain.

Contoh kemasan Hearty (warna putih). Ini juga ada macam-macam warna.

* Clay tepung adalah clay yang sempat juga kucoba sebagai eksperimenku. Menurutku clay tepung sifatnya seperti soft clay. Cuma saat percobaan, clay tepung yang kupakai ternyata bisa berjamur, jadi aku jarang menggunakannya lagi. Tapi ada juga clay tepung yang mungkin tidak berjamur, katanya sih dikasih pengawet, tapi waktu itu aku tidak pernah mencoba lagi karena udah cocok dengan light weight clayku hehe :p. Ada teman yang memakai clay tepung bertahun-tahun dan tidak berjamur… Yah..ini info yang kukumpulkan tapi tidak kucoba sendiri lagi :p, soalnya clay ini hanya kupakai untuk percobaan agar aku tau tentang sifat clay ini :).

* Polymerclay adalah clay yang jarang kugunakan (walo pernah kupakai untuk latihan juga). Karena untuk proses pengeringannya dia butuh di oven. Untukku itu agak sedikit ribet dan susah karena aku tidak punya oven khusus untuk clay (tentunya memanggang clay tidak bisa dicampur dengan oven untuk makanan kan? :p). Tapiii…aku menemukan cara dengan percobaanku untuk membuat clay ini kering tanpa dioven hehehe…yaitu dengan hair dryer. Kapan hari aku mencoba mencari cara mengeringkan tanpa oven, yang terpikir: kenapa ga coba kupanasin dengan hair dryer yah? Dan ternyata untuk bentuk2 kecil, clay ini berhasil kering tanpa dioven hahaha…tapi untuk bentuk besar, aku tidak pernah mencobaaa ;p. Jika tidak dipanasi/ di oven, clay ini tidak akan mengering. Clay ini ada banyak sekali warna warni yang indah-indah, ini adalah salah satu kelebihan Polymerclay yang kusuka, warnanya cerah dan terang. Setelah kering, clay menjadi keras. Harga polymer ini juga cukup mahal hehe… Tapi untuk proses sculpting, clay ini sangat bagus sekali. Tekstur dan keliatannya (kata dasar:liat, bukan lihat) sangat cocok untuk disculpt. Contohnya: Sculpey, Fimo, dll.

Sedikit tambahan dan revisi (25/7/13): setelah mencoba beberapa jenis polymerclay yg lain ternyata ketika ku hairdryer claynya tdk mengeras :p. Clay polymer yg kucoba saat pertamakali sepertinya bkn merk sculpey or fimo, dikemasannya tdk ada namanya, hanya plastikan doang sih, dan kata yg jual itu adalah polymerclay :p. Mungkin karena claynya wkt itu dah agak kering (kemasan lama) or ga tau gimana, ketika kuhairdryer dia mengeras. Tp ternyata kalau pakai polymerclay yg sculpey dan fimo, dia tdk mengeras. So….untuk lebih pastinya, jika ingin mengeringkan polymerclay lebih baik dioven aja deh hehehe…. Yah..inilah sedikit revisiku setelah mencoba polymerclay yg bermerk ;).

* Transparant clay adalah clay yang cukup kusuka, tapi harganya mahalll >_<, makanya agak jarang kupakai. Jenis clay ini sifatnya berminyak, jadi tidak bisa dicampur air. Proses pewarnaan adalah dengan mencampurkan sedikittttt cat minyak pada clay ketika membentuk, sehingga hasilnya bisa terlihat transparan (walau tidak bening sekali hasilnya). Warnanya memang masih agak butek kesannya, tapi jauh lebih transparan dibanding jenis-jenis clay diatas pastinya. Proses pengeringan juga air dry. Cumaa….jenis clay ini cukup mengalami penyusutan yang lumayan ketika kering, mungkin sekitar 20-30% dari bentuk awal. Setelah kering, hasilnya tidak keras tapi cenderung seperti karet juga (lentur). Contoh: Sukerukun, Clear clay,dll.

Contoh kemasan Sukerukun clay (satu warna)

Nah..itu sih beberapa jenis clay yang pernah kucoba. Jenis clay selain yang kusebutkan diatas masih banyakkkk sekaliiiii…tapi tidak kucoba semuaa haha… Untuk sementara, cukup ini aja yang kucoba :p. Nanti kalo ada tambahan lagi, akan kupostkan di sini. Keteranganku mungkin tidaklah terlalu lengkap sekali, karena ini hanyalah sebuah penjelasan sederhana dari percobaanku di rumah yang kurangkum singkat, tapi semoga bisa membantu memberi gambaran tentang clay kepada teman yang ingin belajar yah ^_^.

Sedikit tips dalam memilih clay:

1. Jika teman adalah seorang ibu rumah tangga seperti saya, yang mempunyai anak kecil, ada baiknya pilihlah jenis clay yang non toxic dan tidak meninggalkan residu di tangan. Sehingga akan lebih memudahkan kita saat tugas sebagai ibu sewaktu-waktu memanggil ^_^. Pilih juga clay yang ada bermacam warna, jadi tidak usah mencampur lagi dengan cat, karena akan membuat tangan kotor. Label non toxic biasanya tertulis pada kemasan, jadi kalo mau beli clay bisa dicek dulu di kemasannya bila ingin membeli yang non toxic. Beberapa contoh clay non toxic yang kutahu: Jumping clay, Amos i-clay, Sculpey Polymerclay (pernah liat fotonya, tapi aku ga pernah pake Sculpey).

2. Jika teman mempunyai banyak waktu untuk belajar/ masih mencoba belajar, tidak ada salahnya teman melakukan percobaan-percobaan sendiri di rumah. Karena pengalaman itu akan memperkaya kita. Terkadang hasil percobaan satu dengan yang lain juga belum tentu sama hasilnya, tangan tiap orang juga berbeda cocoknya terhadap suatu jenis clay…jadi dengan bereksperimen/ mencoba beberapa jenis clay, akan membantu kita untuk lebih mengenal clay yang cocok untuk kita. Saya pribadi juga mempunyai clay favorit saya ^_^.

3. Untuk pemula, ada baiknya memilih jenis clay dengan harga terjangkau tentunya. Masalah susah atau mudah, itu tinggal perkara latihan saja. Semakin banyak latihan, kita akan semakin mahir, tidak perduli clay apa yang kita pakai. Tiap jenis clay memang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, tapi saya percaya jika teman terus berlatih…pasti akan bisa menaklukan jenis clay apapun ^_^.

Semoga penjelasan ini bisa bermanfaat untuk sedikit memberi gambaran tentang: ‘Apa itu Clay?’ kepada para teman yang banyak menanyakan kepada saya. Sekali lagi, mungkin rangkuman ini tidaklah sempurna…karena saya juga masih dalam proses belajar ^_^. Happy clay crafting, friends!!

 

Play with clay, Piet’s Art touch the heart with art

212 thoughts on “Apa itu clay?

    1. terima kasih sudah meminta ijin terlebih dahulu, silahkan kalau mau di share ^_^

  1. Ass.. Mbk Kemarin Q beli bukunya mbak… Yang clay dalam bingkai itu loo… Woah.. Bagus banget!! Aku pengen praktek cuma masih bingung mau cari Amos di mana? Aku tinggal di Malang. Tolong d jawab ya mbak. Thanks be4

    1. Sebelumnya thx udah membeli bukukuya :).
      Nah kalau clay amos, coba aja mb cari di gramedia or togamas. Biasanya ada dijual di sana. Thx.

      1. Hi mbk.. Udah ketemu sama Amos hehe..
        Kemarin Q langsung praktek bikin cake mini yang gampang dulu, trus tadi bikin boneka. Walaupun belum sebagus*peda amat* punya mbak, tp Q cukup puas sama hasilnya. Emang gampang baget kalo mau buat bagian yg detail2 asal bener2 telaten. Thx mbk, kapan2 Q nanya2 lagi.

        1. ass..
          biasa klo mau beli clay itu di toko apa…?
          saya bingung mau beli dimana…
          saya tinggal di kediri..

          1. Hai.. Kalau di kediri aku jg kurang tau ada toko apa aja di sana. Tp kl ada gramedia, biasanya di gramed ada dijual amos clay. Kl mau beli jenis lain, mgkn bs cari secara online. Tengkiu 🙂

    1. Kalau bahan clay yg aku pakai (amos clay) bisa dibeli di gramedia or di felt n clay (ol shop di fb). Soalnya jenis clay itu ada banyak sekali. Kalau mau lebih lengkap, bisa coba cari di PTC, atom (montelupo kalo ga salah namanya), or toko ol shop clay. Tq.

        1. tergantung ketebalan dan jenis clay yang dipakai juga. Kl airdry bentuk kecil2 biasanya bbrp jam bs kering, kalau mau sempurna tunggu 1 hr 🙂

      1. tapi kan itu sifatnya lentur, kalo dicat pas udah kering apa gak akan retak?
        terus kalo pake hearty juga apaka sama juga?

        1. menurutku..retak itu bukan karena dicat. retak itu karena ada gaya tarik, menyusut, or kurang air.
          hearty itu ringan juga, hampir sama tp tetap beda dengan amos krn kalo amos lebih kenyal dan lembek. dicoba aja kalau mau tau bedanya lebih jelas, krn kalo tdk mencoba sendiri tdk akan tau bedanya dgn tepat. amos ada kemasan kecil yg hrg cm 10rb di gramed.

          1. oh maaf maksud saya cat nya yang retak
            kan gak ikut melar kaya clay nya.

            terus kalo mau bikin action figure bagusnya pake yang mana ya?
            kalo polymer belum kuat dana nya hee

          2. sepanjang aku mengecat, blm pernah mengalami cat yg retak. Meskipun lentur, sifat clay ini tetap mengeras setelah kering. Dan tujuan lenturnya kan bukan untuk digoyang-goyang/ ditekuk-tekuk, jd mestinya aman. Kalau aku sih pakai amos, udah berwarna jd ga perlu tambahan cat tebel. Or kalau mau lebih murah bisa coba clay lokal yg ga berjamur, soft clay jg bisa. Hrgnya dibawah polymer pastinya.

          3. oh gitu…
            maksih ya udah mau jawab
            ntar minggu mau coba buat nendo dulu kayanya pake DAS

    1. kalo d sby dulu aku beli d PTC, aku jarang menggunakan polymer, jadi kalo untuk merk2 lainnya aku kurang tahu tempatnya. Kalau mau scr on line, cb aja galeon art store.

  2. hi, aku lagi pngen buat tugas sekolah nihh, bkin model sel hewan, rencananya sii pngen pake DAS soalnya bisa di cat, tapi gk ketemu di Gramed. Yang ada iclay yg amos, itu bisa dicat juga gk ya yang warna putihnya?
    thank you ^^

    1. Bisa, amos juga bisa dicat setelah kering. Tp sifat amos dan DAS beda ya. Karakternya amos lebih soft dan halus. Dicoba aja, semoga berhasil ya.

  3. biasanya kalo latihan, saya pake homemade clay (dari tepung+lem fox), tapi nggak berjamur walaupun nggak pakai pengawet, warnanya pake pewarna makanan (sekali lagi tidak berjamur) soalnya kalo pake cat poster adonannya kering banget, jadinya setiap bikin homemade clay selalu dikira bikin kue hahaha… btw infonya bagus jadi nambah ilmu nih! thanks.. 😀

    1. Ada yg udah bertahun2 kah? Soalnya yang punyaku setelah lebih dari setahun baru berjamur. Kebanyakan teman juga bercerita ada punya mereka yang berjamur. Tp seandainya tidak berjamur, yah..berarti bagus lah :). Memang pengalaman tiap orang kan belum tentu sama ^_^.

      1. waduh, clay saya belum satu tahun, kira-kira baru 7-8 bulan, mungkin kalau sudah 1 tahunan udah jamuran kali ya?..haha kepedean banget saya, maaf..
        tanya lagi dong, pernah mencampurkan clay dengan merek yang berbeda nggak?( misalnya amos dan hearty) terima kasih..

        1. Gpp kok, aku kan jg sharing dr pengalamanku :). Bs jadi memang pengalaman orang yg lain berbeda dan tidak berjamur, makanya aku tidak mengatakan kalo clay tepung lokal pasti berjamur….semua tergantung dr ‘ramuan’ dan cara penyimpanan kali ya. Cuma memang pengalamanku, clay tepung yg coba kubuat berjamur setelah bbrp tahun. Ada sih clay lokal yg dijual bergaransi tdk berjamur, nah itu aku lg coba juga. Soalnya kalo aku lebih suka clay yang bener2 awet, daripada sdh susah2 bikin ternyata berjamur kan eman, harus dibuang :p.
          Kalau mencoba amos dan hearty aku ga pernah, karena memang sifatnya agak beda. Kalo amos dan jumping aku pernah campur, tdk masalah sih, krn karakteristiknya sama.

  4. Hi mbak. Saya kan beli clay yg amos iclay seperti yg dicantumin dibuku mbak yg clay dalam bingkai itu. Pas saya beli, ternyata iclay itu sedikit lengket dan saya jadi sedikit susah untuk membentuknya. Ada saran ga biar saat dibentuk claynya tidak terlalu lengket ditangan? Thanks

    1. iya, memang amos diawal sangat lengket dan lembek, karena itu sebaiknya di angin2 dulu (biarkan di udara terbuka selama beberapa menit). Setelah clay tidak terlalu lengket ditangan, bisa coba dibentuk lagi. Clay ini sangat enak dibentuk ketika kekenyalannya sudah pas. Bisa juga, sebelum membentuk, olesi tangan dengan baby oil sehingga clay tdk terlalu menempel di tangan.
      Sedikit tips: seandainya clay lengket sekali ditangan, coba disentak ketika membersihkan lengketnya dijari, jangan terlalu diolor/ditarik pelan2. Karena sifat clay ini seperti permen karet, ketika diolor dia semakin molor dan lengket kemana2. Tp kalau disentak, dia malah bs lgs terangkat.
      Semoga berhasil ya 🙂

  5. Oh ya mbak, saya mau nanya. Cari alat pendukung untuk membuat clay, seperti cetakan dll carinya dimana ya? Thanks

    1. kalo aku dulu belinya di royal plaza surabaya, tp udah lamaaaaa sekali, jd ga tau masih ada atau tidak. Kalau di sby cb aja k atom/PTC. Or kalo ga di ol shop yang jual clay.

  6. Mba, aku jg selalu pake Amos i-clay. Pingin coba polymer, tp ya itu, repot di oven. Haha. Mau tanya dong mba, Amos itu kan klo mau dipotong susah sekali (nempel2 sehingga hasil potongan tidak lurus), ada tips apa gak untuk memotong Amos?
    Dari yg mba share di atas, sifat Hearty tidak begitu menempel. Ini jg menjadi salah satu unek2 saya selama pakai Amos, sekali salah tempel atau tidak sengaja tertempel, rusak sudah (ada noda warna lain misalnya). Hiks. Kalau Hearty, ketika salah tempel bisa ditarik dan dibenerin lagi ya Mba? Untuk pemotongan, apakah Hearty jg lbh mudah dipotong dibanding Amos? Thanks sebelumnya untuk info2nya ya Mba ^^

    1. Iya…aku jg pingin pakai polymer tp males diovennya hehehe… :p.
      Kalau amos, memang kan dia lengket sekali, kalo masih lengket gitu susah sekali dipotong. Mending diangin2 bentar, sampai kenyalnya agak cukup, ntar dia akan lebih mudah dibentuk. Claynya bandel sih ya, jd harus tau cara mengatasinya hihihi ;). Dan kalo misalnya ga sengaja menempel, cara melepasnya harus tunggu agak kering dikit lalu disentak gitu, jangan malah diolor, karena malah jd rusak semua. Noda bisa dibersihkan dengan diusap2 air ^_^.
      Kalau hearty memang tdk terlalu lengket spt amos. Jadi akan lebih mudah jika mau dipotong. Tapi teksturnya juga tidak sehalus amos menurutku. Kalau mau, dicoba aja dulu beli satu pack biar tau bedanya. Karena kalo mencoba sendiri pasti akan lebih jelas. Semoga membantu 🙂

      1. Thanks Mba! Aku jg lagi baca2 review Hearty dari clay-er yg lain dl nih ^^ Soalnya mubazir rasanya kalau akhirnya kurang cocok, soalnya pack-nya cukup besar.. Hehe.

        1. Sorry Mba, mau tanya lagi ni, untuk Amos, finishingnya (agar glossy) pakai apa ya?

  7. mbak petra nanya lagi dong! 😀
    teman fb-ku bilang (dia biasa pake hearty) kalau mau murah sebaiknya beli yang 200gr warna putih trus sediain cat warna yg banyak, pertanyaan saya: ” bagusnya pake warna apa ya, cat minyak boleh nggak? (soalnya saya cuma punya cat minyak sama cat air), trus hearty yg 200gr ada 2 jenis, yang biasa sama yang soft. apa bedanya? pernah pake yg soft nggak? harganya sama sih. thanks sebelumnya. harusnya pertanyaan ini diajukan kepada yang bersangkutan tapi saya cuma minta pendapatnya saja. maaf mengganggu 🙂

    1. Jujur kalo hearty aku pernah nyoba nyampurnya ma cat poster sakura itu sih, ga pernah pake cat minyak. Tp mestinya ya gpp menurutku, dicoba dulu aja dikit mba, kalo hasil warnanya oke ya pakai aja cat minyak :). Yang penting ‘warna’nya bisa keluar, berarti bisa dipakai catnya.
      Nah kalo jenis hearty yg satunya, aku kurang tau juga, yg aku pakai itu yg kemasan putih ada gambar bunga2nya :). Kayanya sih sama2 light weight ya. Hehe mungkin lebih baik ditanyakan langsung ke teman mba yg udah pernah pakai deh, supaya lbh jelas. Gpp kok, pertanyaannya ga menggangu sama sekali, kan aku jg sama2 belajar ^_^.

  8. nanya lagi :D, kemarin baru beli hearty ternyata teksturnya beda banget sama amos (kayak ada serat2nya gitu trus agak pecah kalo bikin sesuatu yang kecil kalo sudah kering), kelebihannya emang nggak mudah lengket tapi bisa jadi kekurangan juga karena kalo nyambung antara satu bagian ke bagian lain jadi susah:P . setelah sudah terbiasa dengan kelengketan amos sekarang harus beradaptasi dengan hearty (lumayan banyak belinya).pertanyaan saya adalah: biasanya kalo pake hearty untuk bikin apaan sih? soalnya kalo amos kan hasil keringnya agak kenyal kalo hearty agak kaku, biasanya kalo saya bikin figurin adonan hearty pake untuk badan karena keras trus amos untuk bajunya. terima kasih, sori panjang banget cuma mau berbagi kesan saja 😀

    1. Yup karakter hearty dan amos memang sedikit berbeda, hearty mgkn termasuk paperclay tp yg light weight, jd memang berserat gt, dihalusin bisa sih dengan air diusap2 lama2 bisa halus :). Kadang aku bikin miniatur ada yg pake hearty. Bikin baju jg kadang ada yg kukombinasi dengan hearty selain amos tentunya (tp bukan diuleni antara amos dan hearty yah). Kalau misalnya hearty digunakan sebagai badan/dasaran figure, gpp juga…manfaatkan aja kerasnya agar figure bisa lebih kuat :).
      Gpp, aku suka kalo ada yg mau mencoba dan bereksperimen sendiri gini hihihi, dengan begitu kan kita jadi lebih jelas kalo belajar dan mencoba sendiri ^_^ (soalnya ada yg cuma mau bertanya doang, tp malas mencoba :p). Salut!! Met berkarya terus yaaaa….aku seneng kalau ada bnyk org yg suka clay hihi 😉

  9. Mba.. aku mau tanya donk.. aku belakangan ini gi pengen coba2 bikin charm pake polymer clay.. kebanyakan nonton di youtube jd pengen.. hehehe.. tapi ya itu, aku ga ada oven.. kalo kata mba di ceritanya itu di hair dryer bisa ya? serius itu? kalo beneran bisa aku mau coba deh pake polymer clay.. hihihi..

    1. yang kapan hari kubuat, itu bentuknya kecil dan tipis2 yah, jd waktu kuhairdryer emang bisa mengeras. Tp kalau bentuknya besar dan tebal mgkn agak sulit juga krn panasnya ga bs sampai dalam kalo sekedar hairdryer. Dicoba dulu aja mba, aku ga beranji janjiin pasti bisa, tergantung dr bahan dan benda yg dibikin juga soalnya 🙂

  10. mba aku mau tanya , aku kan lagi coba mau pake hearty nih, tapi niatnya mau dibikin jadi keychain gitu
    kira2 bakalan kuat gak ya? soalnya aku denger2 jenis paper clay kaya hearty itu hasilnya ringan kaya gabus dan rapuh, itu bener gak mba??

    1. hearty yg kupakai itu yg bungkusnya putih ada bunga2nya, nah yang itu memang mirip dengan paperclay (berserat) tapi hasil jadinya ringan. Kalau udah keras hasilnya lebih keras daripada amos/jumping yang sifatnya lebih kenyal, tdk rapuh sekali, tp memang hasilnya tidak keras spt hard clay. Kalau untuk gantungan kunci aku tdk pernah mencoba memakai hearty, aku lebih prefer clay yang keras untuk ganci :). Mungkin asal bentuknya ga terlalu banyak detil (bentuk sederhana spt bola, hati dll), pakai hearty masih oke, asal besi pengaitnya dilem cukup kuat (takutnya gampang tercabut kalo tertarik keras). Semoga membantu 🙂

  11. maav maw tnya,,yg clay jenis DAS

    itu kalau jadi pa bisa berbentuk seperti plastisin ya ?? plastik
    rencana buat figure..

    kalau di surabya,,kaka tau tempat jual epoclay y kak?
    trimzz

  12. kak, jual clay charm ga?
    aku pernah buat, cuma hancur semua-_-trauma banget
    jawab ya, makasih:))

    lebih enkanya jawab di chat aja fb : tasya errufana azalea
    thx;;)))

    1. km pakai clay apa?
      Kalau mau inbox di FP Piet’s Art jg boleh :). Ada tombol di home blog ini yg mengarah ke FP :). Makasih.

  13. mbak, mau tanya…
    kalau lilin mainan itu termasuk clay yang mana ya ??
    tau kan lilin mainan? yang biasa di pake buat anak2 TK itu….

    terima kasih

    1. Hehe…setahuku sih kalau lilin mainan itu sering disebut malam, mgkn ada yg menyebut plastisin, jenisnya beda dengan clay 🙂

      1. ooo, jd berbeda ya? bukan termasuk clay dia?

        hmm..baiklah… terima ksh mbak

  14. mbak mw nanyak …^,^
    saya masih baru di dunia per-clay-an…

    kalo clay jenis amos/das tu keringnya emg cuma diangin2 aj ?(mwnya bwt topeng anbu[topeng di anime naruto] pke clay)
    trus klo ga slh,mba ng-reply text org,bilang kalo clay amos bsa di dapet di toko togaemas/gramedia,,bukannya itu toko buku ya??

    mohon sarannya ,,

    1. amos dan das itu air dry clay, jd memang kering hanya dengan diangin2 tnp perlu dioven 🙂
      Yup, di gramed or togamas ada jual amos (kecuali stok lagi abis), disana kan juga jual macam2 perlengkapan bukan buku aja :), coba dicek dulu…

      1. siplah mbak,,,,
        uda ketemu kok,,,[hhe,setelah saya mencari2].. 🙂

        satu lagi mba…
        nah, kira-kira…nanti pas saya tempel di patternnya ntar dya[mksud’a si clay’a] nempel kyk di lem pada patternnya atau sekedar ikut polanya aj[entaran bisa di lepas(wktu udah kering) dari polanya]??

        mohon bimbingannya… ^,^

        1. Sifat amos kan lengket, jd bisa nempel satu dengan yg lain kalau belum kering. Aku jujur kurang paham maksud sekedar ikut polanya :p, tp yg jelas kalau udah ditempel amos cenderung lengket. Kalau mau dilepas nantinya setelah kering agak sulit kecuali dia menempel tidak secara menyeluruh, misalnya sambungan antara tangan dan badan, terkadang msh bisa dilepas kalo clay kering. Tp kalau seperti bajunya, kalau udah ditempel sulit dilepas karena bidang tempelnya banyak, tdk hanya 1 titik aja. Mudah2an paham maksudku :).
          Mg2 berhasil ntar wkt mencoba ya.. Thx.

          1. owh,,,paham2 mbak,,,thanks for infonya,,, ^,^

            maklum saya masih newbie,,,baru menggeluti bidang ini,,,

            sekali lagi,,,trimakasih…

          2. sama2 ^_^
            Gpp kok, aku jg masih kudu banyak belajar, masih bnk kekurangan juga hehe…
            Ayo sama2 belajar terusss… 😉

  15. ah, sayang padahal pengen coba jenis yg polymer, tapi dirumah juga nggak ada oven ( cuma oven buat bikin kue) kirain bisa pake hair dryer :). pengen buat gantungan kunci.

    1. Hihihi…iya sepertinya hair dryer kurang cocok, setelah kucoba lagi untuk merk yg sculpey yg masih lunak ga ngaruh ternyata wkwkwk :p.
      Kalau mau, pakai heat gun bisa, tp hargae ya mahal…

  16. Aku ada lilin, tp lilin buat anak-anak namanya pun saya gatau karna tulisannya dr bahasa cina, tp ada namanya “xiaolingjing” gatau itu nama/bukan. Saya pingin ngeringin ini lilin, tp gimana caranya?pakai oven atau diangin2 saja???

    1. wah, aku juga kurang tau kalo buatan cina, biasanya ada keterangannya di kemasan apakah clay tersebut bth dioven or ga. Or kalau tdk ada keterangan, dicoba aja dibikin trus dibiarkan seharian, kalau misalnya kering berarti ckp diangin2. Kalau tdk kering, kemungkinannya ada 2: mungkin lilin tersebut tdk bisa kering (sifatnya spt malam mainan/playdough) atau ya harus dioven spy kering. Krn aku ga tau claynya, aku ga berani rekomendasi cara pastinya. Thx.

  17. mbak, infonya keren.. aq kagum bgt sm karyanya mbak dewi..
    kemarin aq abis beli bukunya mbak yang “Clay Figure” dan sempet baca yg lain..
    mbak mau tanya, aku dulu buat clay yang dri tepung dicampur lem, setelah aq bentuk, bagian perbagian susah nempel padahal blm kering, dan gampang mleot kl di sambung.. kalau clay yg langsung jadi bisa langsung nempel kah?
    tapi di buku dan di blog ini pengeringan clay yg mbak pake cukup diangin2kan, berarti buatnya harus super cepat donk mbak?
    untuk pembelian alat dan cetakan clay dimana ya mbak?
    aq di kudus.. atau kalau ada ol shop yg jual, kasi infonya ya mbak.. thanks mbak..

    1. Thx sebelumnya ^_^.
      Kalau clay tepung sifatnya memang tdk selengket amos i-clay mba :).
      Kalo amos ini sangat lengket sifatnya, jd kalo dilekatkan dia langsung menempel. Spt yg kutulis, tiap clay punya karakter masing2 dan masing2 ada kelebihan kekurangannya. Untuk membentuk memang harus hati2 dalam mengontrol tekanan tangan shingga hsl tdk petot2.
      Amos memang air dry, tp untuk kering sendiri bth wkt, jd tdk perlu terlalu cepat2. Kalau agak kering ada cara sehingga amos bs lembek kembali, bisa dilihat2 catatanku mengenai amos (ada di salah satu kategori belajar mengenal clay).
      alat dan cetakan bs coba kontak fb feltnclay craft dan fb2 lain yg berhubungan dengan clay. Bnyk kok yg jual alat dan cetakan :). Makasih

  18. sepertinya lyra memang bukan untuk di oven, tp kok ada temanku yg bilang kalo ada jg jenis lyra yg untuk di oven ya, tp aku ga pernah nemu juga sih. Lyra yg pernah kubeli soalnya juga jenis yg ga bisa dioven. Nah kalau udah mencari itu aku jg ga tau cara mengeraskan, karena aku tdk pernah mencoba mengoven lyra. Kalau diangin2/didiemin tetep tdk mengeras lagi kah?

  19. Sis, aku mw nanya dong.. Beli polymer clay dimana ya ? Apa di gramedia jg ada.. Jd tertarik bikin clay karena bacaannya.. Hihihi ;p
    Thx,

  20. Slm kenal sis, sy tertarik dg kerajinan clay krn hoby sy membuat miniature garden dg accessoriesnya yg sy buat sendiri mis rumah, pohon, furniture dll dan jenisnya ground garden jd out door, yg mau sy tanyakan jenis clay apa yg cocok buat keperluan tsb & tlng info tempat membelinya? Thanks banget ya sis buat infonya.

    1. salam kenal 🙂
      Wah…seru nih, membuat miniature garden, pasti keren2 hihihi…. Kalau untuk outdoor yang sering terkena panas dan hujan, takutnya clay ga bisa tahan lama sis.. Kalo mau, paling tahan mungkin jenis polymerclay sih ya. Belinya biasanya aku secara online di toko2 clay, salah satunya mgkn bs di po’s clay (facebook) 🙂

    1. bisa kering, tapi memang tidak bisa keras sekali seperti porselen karena memang beda sifat. Yg light weight ini kerasnya masih agak empuk kalo ditekan, kelebihannya dia ga bisa pecah kalo jatuh, kalo untuk hiasan juga ringan. Kelemahannya jg ada, so tiap clay ada kelebihan kekurangan juga sih 🙂

  21. Wah… Bagus banget ini >,< Nemu tempat jual clay, yang udah aku cari dari beberapa tahun yang lalu 😀
    Aku mau coba bikin deh… Makasih infonya sis ^^

    1. hai, setauku plastisin sih memang tdk bs kering, meski dioven jg tdk kering krn emang sifatnya seperti lilin mainan (di FP udah kujawab jg ya ^_^). Mgkn kalo boleh tau, merk plastisinnya apa ya? lyra kah?

        1. kl air dry dia bisa kering dengan diangin2 aja, kl lilin mainan tdk bs kering 🙂

    1. aku sendiri blm pernah nyoba terra clay, tp kata teman2 yg udah pernah nyoba terra cukup enak sih. Untuk bikin bunga2 bagus katanya 🙂

  22. malm mbak petra, enak deh baca penjelasan mbak soal clay…aq yg awam jdnya ngerti….jd kepengen nyobain ah,tp krn aq punya anak yg udh masuk SD jd mungkin kudu pake nya clay yg murah n non toxic,biar bs dpake bareng anak qu jg…ada saran gak mbak beli clay lokal merk apa ya??and belinya dmana??makasihhh…

    1. Kalau clay yg enak untuk anak dan non toxic, coba aja pakai amos i-clay, di gramed ada mestinya. Aku jg pakai itu soalnya hehehe… :p. Kalau mau clay lokal sejenis soft clay, mgkn bs pesan di toko on line, salah satunya bs coba di fb momo clay :). Tengkiuu

  23. Sist. Mau tanya. Biasa nya, beli clay itu di toko apa? Bahan bangunan kah? Aro apa? .-. Tolong bantuan nya ♡ lagi mau belajar buat kerajinan dr clay

    1. hai :). Clay itu bnyk sekali jenisnya, kalau mau yg agak lengkap, bisa coba di cari di toko2 ol salah satunya fb po’clay, atau di smarty hands. Di gramed ada juga, tapi hanya ada yg amos dan das :). Tengkiu

  24. Hai ci salam kenal.. aku mau tnya amos itu bisa ga ci buat di bkin clay charm?
    Trs kalau pake amos itu hsil jdi ny nnti keras ga ci? Apa bisa brubah” bentuk nya kalau ke teken?
    Makasih ci… 🙂

    1. salam kenal 🙂
      Amos kurang cocok untuk charm krn sifatnya kan lembut hampir seperti gabus, jd tdk bs keras spt porselen gt. Tp kalo dah kering sih dia ga berubah bentuk. Tengkiu.. 🙂

      1. Oh gt ya ci.. ada recomend ga ci clay buat bkin charm.. ak bru belajar ci bingung mau beli clay nya.. hehe..
        Ohy ci kalau polimer clay gt yg hrs di panggang bisa ga ci kalau di panggangnya pakai oven gas yg buat kue??
        Hehe.. maap ya ci banyak tnya.. 😛

        1. untuk charm, mnrtku lbh bgs pake clay yg keras kl kering, bs jenis soft clay or clay tepung or polymerclay dll. Aku sendiri ga pernah pake oven yaa…tp memang oven itu salah satu cr untuk membuat polymer keras. Tp sebaiknya dipisahkan antara yg untuk clay dan untuk makanan, jgn dicampur krn bahaya. tq

    1. sori…untk tools aku pas hbs stoknya, cb bs tny fb feltnclay craft, siapa tau disn msh ada jual 🙂

  25. Kak,
    Cara mengatasi clay yg lengket gimana ya?
    Amos iclay yg sy beli lengket ditangan .
    Clay na lembut, tpi karna lengket jd susah mau diatur. 😐

    Bnyak info yang sy cari & dapat ,
    amos iclay gak lengket, lembut dan mudah diatur
    Tpi puna sy lengket. :s
    (Pas da dibentuk, mau lepasin malah lengket ditngan)x_x

    1. amos clay itu lengket sekali emang :). Cara mengatasi, sebelum dipakai mending di angin2 dulu aja (ambil yg dibutuhkan, lalu diangin2 diluar bungkusnya/dihair dryer jg bisa), sampai kenyalnya cukup dan ga terlalu lengket di tangan. Trus coba kasih baby oil di tangan, biar claynya ga terlalu nempel2. Emang kaya permen karet kl dah nempel, tp kl dah ga terlalu lengket dia gampang banget dibersihkan dgn cara diceplok2 gitu deh, jgn diolor tarik terus. Dicoba aja terus,krn yang ginian kudu practise dan latian sampai dapat pas-nya, tdk bisa sekedar teori aja hehe… semoga berhasil..

  26. Ok deh kak.
    Thanks bget buat info dan saran na (^_^)
    Jesus Christ bless u.

  27. Ka, aku mau tanyaa, aku kalo make iclay, itu pasti cepet banget nempelnyaa, ketempel dikit aja udh nyatu.. Kaka ngalamin gakk? Hehehehhe, makasih yaa

    1. iya :), memang itu sifatnya amos hehe… bisa jadi kelebihan, bisa jadi kekurangan juga, tergantung dr kitanya juga sih hehe ^_^. Ada masalah kah dengan lengketnya?

      1. Iyaaa, jadi susah ngebentuknyaa.. Ujung” nya berantakann.. Jd aku skrg mau coba yg premo.. Katanya lumayann, tp gatauu hehehehe.. Kk prna pake yg premo?

        1. premo itu pengeringannya kudu di oven ya… Yang pasti emang ga selengket amos sih,cukup bagus emang, tp hargae ya lumayan 🙂

  28. mba mau nanya dong, kan sy br mau belajar clay, pgnnya bikin charm buat gelang, pertanyaannya buat sy pemula plg oke clay jenis apa? sy mau bikin charm gelang, trus ini pertanyaan agak bodoh sih benernya tp sy g ngerti sama sekali, klo clay bgt bisa g si beli warna putih aja trus diwarnain sendiri sesuai selera? klo bs warnanya menggunakan apa? trus cara mengeringkan clay tsb gimana si mba? makasih banyakkk blognya membantu bgt!

    1. kalau untuk charm, mending gunakan clay yg hasil akhirnya keras, clay tepung atau cold porcelain bisa jadi alternatif sepertinya :). Kalo untuk bunga2 pakai thai clay cukup bagus. Untuk clay tepung, bisa diwarna sendiri menggunakan cat poster atau bs juga cat akrilik, bbrp teman ada jg yg menggunakan cat minyak. Clay kan ada yg air dry dan ada yg perlu dioven, kl yg air dry ya tinggal diangin2 aja ntar bs kering sendiri :). Met berkreasi dengan clay yaaa… ^_^

    1. Aku blm pernah nyoba porcelain clay :), tp kalo cold porcelain itu ada takaran yg bisa untuk dibikin sendiri adonannya, di youtube kayanya ada tutonya :). Aku sendiri blm pernah bikin adonannya krn lbh suka beli jadi.

  29. permisi. loh kakak tinggal di surabaya? say a juga lo 😀
    saya may coba buat, tpi gak tau beli dimana?
    kan kata kakak di atom Ada. kebetulan rumah saya deket atom. ITU dimananya? mall atau yg lama. trust lantai brpa? nama tokonya? klo do PTC lantai brp? maaf trlalu banyak Tanya. buat tugas sekolah kak. mohon bantuannya.

    1. iyaa aku d sby hehe… :D. Kl atom dulu aku taunya montelupo, itu info juga dr teman2 sih aku blm pernah kesana. Tp sepertinya montelupo tutup deh kayanya, kl ada yg baru lagi di atom aku kurang tau krn aku sendiri jarang banget ke sana hihihi… Kalo yg di PTC aku tau, itu d lt paling bawah, dekat tempat main anak2 dan dekatnya tangga berjalan, tokonya namanya plaza d’art. Semoga bs nemu yaa…

  30. kak, mau tanya.. aku kan beli clay d gramedia, tp adany yg DAS terracotta aja.. nah mau tanya nih, stelah kering mau diwarnai pake cat poster. dgn warna asli coklat dr clay ny itu, apa mempengaruhi hasil warna ny nanti? (mgkn agak gelap, dbanding DAS clay yg warna putih)
    makasih kak..

    btw nice web :3

    1. hai, sori aku baru sempat balas sekarang 🙂
      Untuk DAS yg terracotta cb aja di cat dengan cat akrilik. Aku sendiri jarang main cat dengan DAS yg terracota soalnya. Tp kalau cat akrilik dia warnanya lebih padat, jd mestinya bs menutup warna coklatnya dengan baik ya :). Tengkiuu ^_^

          1. kak.. mo tanya lg ni hehhee
            utk mewarnai clay yg uda kering, kuas yg cocok dan merata dlm mewarnai, kuas yg sperti apa ya? makasih kak..

          2. kalau kuas, aku biasanya pakai yg halus dan ujungnya lancip, jgn kuas yg bulunya kasar 🙂

      1. K k tanya laginih, kalo aku bikin clay sendiri dr sabun atau tepung, yg udh d bntuk, susah nempel satu sama lain gmn kak? makasih,

  31. Hai Kak Petra, salam kenal.
    Setelah baca beberapa komen diatas, jadi clay amos gak cocok untuk dijadikan charm ya?
    Kalau pakai hearty apa cocok? Krn kalau pakai polymer gak bisa, huhu.
    Thank you

    1. kl charm yg gampang terantuk2/ ketarik, mending pakai yg lbh keras. Cb clay tepung/cold porcelain/ clay import thai/jepang :). Tengkiuu

  32. Mau tanya.. light weight clay itu sama bukan dengan jumping clay? Pernah coba pake clay gk tau merk apa itu satu paket, tapi pas kering dia terasa ringan dan bisa di tempel ke dinding dengan doubletip, baunya kayak lem fox (klo gk salah) saya suka clay itu.. karena aman dan ringan. Kira2 itu clay apa ya? Cari2 sndri tp gk dpt.. mau tny tp gk tau itu jenis clay apa. Thanks before

    1. hai :). Jumping clay itu termasuk light weight, krn dia ringan dan agak membal (hampir seperti gabus ya mgkn sifatnya). Kl clay yg hasilnya ringan ya mgkn jenis yg light weight ini. Ada bbrp merk-nya: jumping clay, amos clay, hearty, sakura dll. Tp kl yg paketan ada bnyk warna, hasilnya ringan… mgkn antara amos/jumping. Krn aku sendiri jg tdk tau clay yg dimaksud, jd aku ga berani jawab pastinya ya, hanya perkiraan aja :).

  33. met malam,
    kak, mau nanya.. bahan untuk pembuat mainan / miniatur seperti robot gundam atau danbo yang gampang sekali di bentuk, dan bisa detail bngt, dan gak lengket-lengket amat seperti tanah liat (lempung) itu apa… apakah clay DAS itu bisa, atau produk yg lainnya..?
    soalnya saya ingin bisnis kecil-kecilan buat mainan untuk dijual ke temen-temen kuliah q…
    jika tau bahanya apa, itu belinya dimana..?
    mohon saran nya ya… 🙂

    terimakasih.. *^_^*

    1. DAS bs dibikin miniatur kecil2, asal sabar aja sih… :). Or kalau mau yg polymerclay, tp bahannya lbh mahal dan harus dioven, belinya jg harus online kayanya. Coba kl mau cari DAS bs di gramedia. Tq 🙂

      1. iya klo masalah latihan q insyaAllah udah mahir, hehe.. cz sering bgt buat-buat dari tanah liat..
        nah kemarin q ke gramed coba nyari yg DAS itu gada, adanya yg i-clay…
        selain gramedia mana lagi toko yang mudah di dapet…?

        1. kl DAS mgkn bs cb cari d toko2 stationary kadang ada jg yg jual. Di paperclip kadang ada, yg lain aku kurang tau sih..

          1. aduh kok q gatau semua ya.. hehe yadah q tak coba nyari-nyari…
            boleh nanyak lagi mba…
            cat atau cairan yg buat pelumas agar clay bisa mengkilat gitu namanya cairan apa ya…?
            denger-denger itu glonis atau vernis mobil… apakah itu bener pakek vernis mobil..?? 😮 ??

          2. Aku bukan agen penjual DAS soalnya, jd kl nyari toko offline aku kurang tau, apalagi kl lain kota :p. Kl mau lbh banyak, bs scr online cb aja di search mas… ada kok yg jual clay mcm2. Coating untuk melapis clay bs dengan vernish clay/vernis cat or pilox clear jg bisa. Aku g pernah pakai vernish mobil. Kl denger2 ada yg pernah pakai, cb aja ditanyakan di teman yg pakai, krn kl aku g pakai itu jd g berani kasih input soal vernis mobil.

  34. Malem mba. Maaf mengganggu
    Udah hampir seminggu ini aku udah greget pengen mulai ngebentuk clay. Aku dah nnton bbrp video membentuk clay. Yg aku tau cuma clay tepung (t.tapioka, t.maizena, t.beras, baby oil, benzoat, & lem fox) gtu yg dibuat sendiri tp aku blm coba buat.
    Yg aku mau tanya itu kalo clay tepung yg udah dibentuk & kering kalau kena air (dipakai mandi) akan hancur atau ngga ?
    Soalnya aku mau bikin clay untuk ganci, anting, liontin kalung, gelang gtu 😀 buat bisnis hehe… 😀
    Trus kalo warna untuk claynya pakai pewarna makanan apa bagus ??
    Mohon dijawab mba :D. Makasihhh ^^

    1. rata2 clay yg airdry kl kena air kelamaan bs hancur, kl cuma kena dikit trus dikeringkan tdk mslh. Kalau dipakai mandi aku tdk sarankan sih, krn takut claynya bs rusak. Pewarna clay biasanya aku pakai cat, bs cat poster atau cat akrilik. Makasih 🙂

  35. Makasih mba udah mau jawab 😀
    Aku udah coba buat clay tepung pke pewarna makanan jg bisa ternyata mba, tp sygnya warnanya ngga bisa mencolok. Trus knp ya mba setelah kering klo clay yg aku bikin tebel pasti jdnya suka retak2 gtu mba. Itu knp ya ?
    Oh ya mba minta saran dong kalo clay yg bisa dibikin utk detail, pewarnaannya pke cat, harganya murah, clay merk apa ya mba ? 😀 . Biar ga usah ribet nyampur2 tepung lagi hehe 😀

    1. coba pakai campuran cat akrilik… aku sendiri pakai pny maire, kl mau lbh bagus ada reeves dll. Retak2 itu mgkn bs dr wkt mengadon blm tercampur dengan bagus, bs juga karena tarikan (wkt kering menyusut), dll. sebabnya bs ada bnyk sih hehe… Aku jarang bikin adonan sendiri soalnya, lbh suka beli jadi 🙂

  36. Petra ytk..
    Kalo mau melindungi warna clay yang udah jadi supaya awet sampai lama, tapi gak mau tampak glossy/mengkilap pakai apa ya ?
    Trims

  37. hai mbak salam kenal
    aku ada tugas buat clay tepung, tapi hasilnya selau retak. nah mau minta saran untuk ngehilang.in retaknya itu bagaimana?

  38. Siang sis, Permisi mau nanya yach..
    1. Untuk paper clay dan-atau light weight clay, apabila sudah keras, apakah bisa digunakan / dibentuk kembali ? gmn caranya ya ?
    2. bagaimana cara pakai cetakan clay yg bentuknya seperti cetakan puding ? apakah clay yang masi empuk di taruh di cetakan lalu dibiarkan hingga keras dulu? atau dikeluarkan sebelum mengeras ? apa bisa dkeluarkan nantinya ?
    3. Apa sis tau info di mana kita bisa membuat cetakan clay yg seperti cetakan puding dengan bentuk sendiri ?
    4. Light Weight Clay cocok tidak untuk hiasan jepit rambut ?
    5. Bahan Light Weight Clay yang sudah dibuka tp blm terpakai bisa bertahan berapa lama ya ?
    ga sengaja ketemu blog ini, wah jadi excited, sebenarnya uda lama mau tanya2 tapi ga tau harus nanya siapa ^_^

    1. hai 🙂
      1. Paper clay dan light weight bukan spt malam yg bs dibentuk2 ulang. Kl mau yg bisa dibentuk2 kembali, mending pakai plastisin/ malam lilin 🙂
      2. biasanya aku mengeluarkan clay setengah basah, tdk pas kering sekali agar kl ada kesalahan masih bs dibenarkan sblm kering sempurna
      3. kurang tau
      4. untuk jepit rambut yg sering kena tekanan tangan, lbh baik gunakan clay yg hasilnya keras, krn light weight sifatnya lbh spt gabus kl tertekan keras takutnya bs patah (tergantung jg dengan merk claynya, mgkn ada light weight yg cukup keras, tp memang tdk bs sekeras soft clay)
      5. keawetan clay tergantung juga dari merk dan penyimpanannya. Kl tempatnya cukup kedap, ada yg bs tahan cukup lama, tp jangan sampai bertahun2 pastinya. Krn air dry kebanyakan memang kl sdh dipakai akan mudah kering. Ada bbrp clay yg kalau kering msh bisa digunakan dgn cara direndam air, tp tentu saja tdk semua clay seperti itu. Semoga bs membantu :). Tq

  39. Halo salam kenal, pernah coba bikin tart dr clay tepung tp kenapa kok setelah kering retak2, sis bikin tart nya pakai clay jenis apa ya? Tq buat infonya

    1. salam kenal :). Clay tepung akan cenderung retak krn dia mengalami penyusutan, sehingga terjadi tarikan yg menyebabkan retak2. Aku biasanya pakai amos, dia lebih elastis tapi tetap aja kl ditarik terlalu kuat, bs ada retakan tipis. Kl tdk ditarik terlalu kencang ketika menempel, dia aman sih. Solusinya, jk terjadi retakan, bs didempul ulang sehingga bagian retakannya terlihat halus lagi.

  40. Aku rajin belajar clay setelah beli bukunya Petra yang Clay dlm Bingkai, asalnya seh aku suka buat miniatur yg ruangan2 gt, tp kalo ditambah orang yg manis/imut2 dr clay jadinya tambah keren. Sementara ini buat belajaran aku pakai clay Sakura, kl amos kayaknya lebih halus hasil akhirnya ya, Sudah nyoba pakai clay tepung bikinan sendiri, jadi retak2 pas kering. Tepung maizena dkk akhirnya aku kasih ke mama buat masak wkwkwkwk

    1. ooo hihi, syukur deh kalo bukunya bermanfaat ya ^_^. Iya sakura mirip amos, hanya kl sakura msh agak berserat dan tdk selengket amos :). Memang kudu dicari clay yg cocok, spy pas ditangan dan dibikinnya bs enak hihi

  41. say…aku pemula mau nanya tau nggak dimana tempat jual whip cream yang bagus.soalnya aku mau buat untuk case hp.makasih

  42. selamat malam, bole tny. kalo iclay(amos)clay cocok buat gntungan hp/tempelan kulkas? terus clay ny lebih murah gak dari jumping clay, soaln pern beli jump clay kekny mhal 50g 36rb (1 warna), soalny sy pemula mau buat miniature clay lucu2 lebih mudahny pake amoz ya? terima kasi buat infony ^^

    1. kalo untuk gantungan, menurutku amos kurang cocok krn dia ringan, takutnya gampang patah. Hrg bs cb dilihat di gramed, di sana ada jual amos. Tengkiu 🙂

  43. Wah saya googling ujungnya nemu blog ini mbak, alhamdulillah deh mbaknya juga aktif di komentar blognya 😀
    Saya mau tanya mbak, kalo amos itu bisa gak ya buat bikin case hp?

    Saya habis lihat film jepang ada benda menarik yg mau saya jadikan semacam case buat android gitu. atau mungkin ada masukan lain? saya sudah like page fb juga , maknya kreatif banget 😀

    1. aku sendiri ga pernah pake amos untuk case hp. Sifat amos itu light weight dan kl kering hampir spt gabus :). Kl untuk hiasan case hp, ada bbrp teman pakai padico cream dll, itu clay import jepang :). Tp emang untuk hiasan case aku blm pernah bikin 🙂

  44. Mbak.. Kalo misalnya mau beli clay yang untuk membuat miniature makanan dimana ya? Soalnya saya pernah d beliin pak guru tp setelah d diamkan beberapa minggu malah jd keras (padahal plastiknya belum d lepas) & clay apa yang cocok ?

    1. kalau jenis airdry clay emang biasanya bisa mengering kalau ada lubang/terkena paparan udara :). Jadi kalau menyimpan harus benar2 di tempat kedap udara. Mgkn untuk miniatur clay, bs cb beli bahannya di po’s clay atau donato d’clay

  45. maaf mba mau nanya
    clay yang cocok untuk membuat mini figure kayak ninja atau monster itu clay apa ya?

    1. semua jenis clay bisa sih menurutku, tinggal kita cocok menggunakan yang mana :).

  46. Salam kenal mbak Petra 😀
    Mbak mau nanya, clay yg cocok bwt pendant karakter dan mini figure apa ya terutama yg bisa transparant…?
    Trus beli bahan clay online yg lengkap di mana mbak? Maklum pedesaan susah nyari bahan2 aksesoris 🙁

    1. kalau airdry, bisa coba pakai sukerukun/clear clay, tp ini jg ga transparan sekali ya, jd lbh translucent gt. Cb cari di po’s clay (FB) 🙂

      1. Satu lg mbak, kalo mau bikin jumlah besar kan lebih enak pake cetakan kan y,, nah itu ngewarnainnya setelah kering atau pas masih basah?? Terus sebelum atau sesudah di pernis???

        1. pewarnaan tergantung dari clay yg dipakai, kl spt das itu hrs diwarna setelah kering, kl yg spt amos/clay tepung bs dicampur wrn dulu. vernish lapisan terakhir spy cat lbh awet 🙂

          1. Makashi mbak,. hehe byk nanya 😀
            Uda nyoba bikin pake amos ma clay lokal yg putih, tp pas nyampur warna ke claynya pake cat akrilik warnanya ga bisa secerah clay warna alias mbulak/jd warna pastel, ditambahi cat malah jd tambah lengket :’v

          2. Kl misalnya ada clay warna, nyampurnya bisa sama warna2 clay yg ada emang :). Spt amos itu kan ada bnyk warna, aku kalau mencampur emang dari warna2 amosnya :). Tp kalau mau pake cat akrilik bisa juga, biasanya ada yg mau lbh irit, ini bisa jadi alternatif, hanya aja emang warnanya agak lebih soft jadinya. Tergantung aja kebutuhannya gimana :). Ditambah cat jadi lengket itu krn emang mgkn ada airnya, tp kl diuleni lagi sampai kenyalnya cukup mestinya ga lengket :).

  47. Jaumping clay kalo dibeli di gramedia harganya berapa??kalo buat sendiri jumping clay nya bertahan berapa lama???tolong dijawab yaa

    1. Jumping clay tdk ada di gramed, yg ada di gramed itu amos i-clay. Mungkin harga sekarang udah agak naik ya, kl ga salah sekitar 40rb, tp aku jg tdk yakin…jd bs dicek aja di gramed. Jumping buat sendiri, itu maksudnya bikin bahan adonan sendiri kah? Kl jumping clay itu tdk bs dibuat sendiri krn racikannya beda dengan clay tepung. Tq

  48. mbk saya mau buat topeng, nah tuh topeng tinggal di lapisi clay, di tutor nya pake DRY CLAY , itu di lampung/metro ada gx ya????
    trus pakenya gimana mbak????

    1. saya kurang tau maksudnya gimana, kl sdh ada dasarnya dan tinggal dilapis mestinya ya tinggal melapis permukaannya dgn clay. Dan saya tdk domisili di lampung jd ga tau jg disana ada or tidak. kalau mau beli aja di online shop, coba di googling aja.

    1. kl jenis clay yg tepung lokal mgkn bs coba di FB Scrapholic House, ato bs cb di googling aja :), krn aku biasanya jg beli online kecuali amos i-clay 🙂

    1. emm… kl ga mau pecah ya kita kudu hati2 spy clay tdk jatuh terbanting ya… krn mau ga mau emang handmade tdk spt buatan pabrik. Kalau retak2, mgkn tergantung saat kita menguleni clay, kl terlalu kering kadang bs muncul retak2 :).

  49. Hai kak.. Mau tanya kalau Clay Das bisa ga di oven? Dan biasanya tahan brp lama kalau keadaan tidak terjatuh.(takut nya pecah2 atau retak)

    1. Das clay itu jenis airdry setahuku, jd tdk perlu dioven. Dia bisa kering hanya dengan diangin2 :). Kalau pecah/retak itu mgkn krn kurang air/ wkt menguleni dan membentuknya kurang rata, mgkn bs didempul ulang semisal udah kering terjadi retakan2 🙂

  50. Hai kak, aku mau tanya, aku baru mau belajar nih buat gantungan kunci/hp dari clay.
    kira-kira yang cocok untuk itu clay jenis apa ya? terus kalau untuk pemula, perlengkapannya apa aja ya yang dibutuhin? hehe..
    Terima kasih^^

    1. kl untuk gantungan kunci, cb pakai clay yg keras aja, bisa cold porcelain, DAS clay, joyful clay dll. Kl mau yg pakai oven bisa pakai polymerclay, ada sculpey, fimo, premo, mofa merk yg kebanyakan dipakai. Tp harga polymerclay memang lbh mahal dr airdry clay. Untuk perlengkapan sederhana sih biasa aku cm pakai tusuk gigi, jarum kecil kadang untuk merapikan, lem putih, gunting kecil..kl mau ada modeling tools yg plastik2 itu bs dibeli di toko perlengkapan roti :). Tengkiu

  51. mbak aku minta ijin untuk buat clay dari tutorial mbak, untuk souvenir atau gantungan kunci semacam itu , yang cocok pakai clay yang apa ya mbakk?? terima kasih, saya tunggu balasan dari mbak

    1. untuk gantungan kunci coba pakai clay yg hasilnya keras seperti clay tepung dll 🙂

  52. Ka, mf mau tnya… aku ingin buat hiasan clay untuk di toples gt… clay yg cocok appa ya kira2 ka ? Mohon pencerahannya, soal.a baru pemula dan tertarik dengan clay

    1. Kl untuk hiasan, clay apa aja bisa sih.. Krn fungsinya untuk hiasan jd bs pakai light weight, atau clay tepung kl mau yg airdry 🙂

  53. Menyimpan sisa claynya yg paling awet dimana ya? Biar ga cepet kering/keras gitu

    1. Coba di plastik seal dan taruh di tupper ware biar tdk terlalu kena bnyk angin kalau claynya airdry, penyimpanan jgn ditempat lembab. Tapi tetap tdk bs disimpan terlalu lama karena takutnya bs kering atau berjamur. Kalau polymerclay, lebih aman karena tdk mengering kalau tdk dibake. Thx 🙂

  54. tanya mba, saya newbie. gimana caranya nyimpen kalau project belum selesai trus mau dilanjut besoknya… supaya gak kering dan tetap moist, bisa tetap dibentuk besok2nya,,,, thx

    1. tergantung claynya pakai jenis apa, kl polymerclay bisa disimpan tanpa takut kering karena memang jenis polymerclay tidak akan kering sebelum dioven/ dipanaskan pada suhu tertentu. Kalau pakai airdry clay yang biasa, tdk bisa seperti polymerclay. Sifat airdry clay akan kering jika terkena angin. Jd kalau pakai airdry clay dan mau disimpan, saranku mending buat perbagian aja. Krn kalau ditinggal dan belum selesai dibentuk, airdry tetap akan mengeras. Tq

  55. Kak, kalau untuk bikin anting bagusan clay yg mana ya? Tapi aku mau yg cukup di angin2in aja, ga usah oven

    1. kalau airdry untuk anting, pakai aja yg hasilnya keras, bisa clay tepung/ jenis paperclay. Kalau jenis lightweight bisa gampang lepas takutnya. Dan yang pasti kalau airdry tetap tdk boleh kena air ya.

  56. Ka, aku pernah denger nih clay yg namanya mermaid puffy ,mermaid puffy ini termasuk jenis clay mana ya kak apakah sma seperti hearty dan amos? Apakah hasilnya ringan seperti gabus kyk amos clay atau keras?

  57. Polymer clay itu aman ga sih klo kehirup udaranya pas d oven?
    Trus ovennya itu harus khusus kah? Klo oven jadul biasa yg gede warna silver itu bisa ga?

    1. ada baiknya kalau ditaruh ditempat yang udaranya bisa berganti. Ovennya yg biasa untuk bake kue aja gpp kok, asal temperaturnya bisa sampai sesuai yang dianjurkan oleh merk2 PC yg bersangkutan. Dan kalau bisa oven untuk clay jgn sama dengan oven makanan, krn kita tidak tahu apakah ada residu2 kimia yang tertinggal dan bahaya jika dicampur untuk memasak makanan.

      1. Apakah dalam proses pembakaran akan tercium bau tidak enak yg menyengat?

        Brarti kalo bakar di dapur yg deket2 piring gt bahaya ya?

        Slain PC, clay yg cocok untuk gantungan kunci apa? Yg tidak perlu dioven (sepertinya ini sering ditanyakan. Tapi karena saya males ngescroll jawaban di atas, jd saya tanya disini. Maafkan kmalasan hamba wahai paduka yg mulia)

  58. kak kalo clay untuk cetakan fiberglass kaya body mobil / atau motor gitu pakenya yg mana ya? apa cukup dengan tanah liat saja ?

    1. kalau untuk casting atau cetakan sori aku kurang tahu krn aku tdk bisa main di cetakan 🙂

  59. Kak kalo das clay kan pengeringannya cukup di angin2-kan saja. Kalau di angin2-kan saja butuh waktu berapa lama untuk mengeras? Kalau mau pakai oven untuk proses pengeringannya, sebenarnya di perbolehkan tidak ?

    1. pengeringannya tergantung juga dari berapa besar bentuk yang dibuat, kalo tebal dan besar ya bisa seharian ato lebih untuk sampai kering sempurna di dalamnya. Kl das aku ga pernah mencoba pengeringan dengan oven sih, kalau mau dicoba aja 10menitan dulu, jangan terlalu panas, tapi karena aku belum pernah coba aku juga ga berani komentar banyak tentang ini :).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *