Ini mestinya juga percobaan yang udah cukup lama, tapi belum sempat kupost dari dulu :). Percobaanku adalah mengenai kawat yang tahan thd clay, dlm arti kata tdk berkarat kalau ditusukkan/ diaplikasikan dengan clay. Karena duluuu…bbrp tahun yg lalu, saat aku msh tdk tau bhw ternyata kawat biasa itu bisa berkarat kalo ditempel ke clay, aku terkadang menggunakan kawat ala kadarnya untuk menjadi tulangan ataupun dibikin untuk cantolan ganci. Dann ternyata, baru ketahuan setelah beberapa lama, kalau bagian kawat didalam clay itu berkarat dehh… CATATAN: clay yang kugunakan adalah clay AMOS. Mungkin TERHADAP CLAY JENIS LAIN, seperti clay tepung, polymerclay dll, HASIL BISA BERBEDA. Dan aku tidak melakukan percobaan dengan jenis clay lain tersebut, jadi kalau ditanya bagaimana pengaruhnya terhadap clay yang lain (khususnya polymer) aku tdk berani komen, tp mgkn kalau air dry sih mgkn hampir sama hasilnya. Amos itu termasuk clay yg lembek dan cukup berair kayanya. Jadi tau sendiri deh, kawat kl kena lembab lama2 bs berkarat yaa… Beberapa crafter wkt itu sempat kutanya mengenai kawat ini, dan mereka sendiri juga menggunakan kawat yang dijual di toko bangunan, ada yang berkarat dan ada yg ga tau hasilnya juga. Sama deh, dulu kawat yg kugunakan adalah kawat yang kubeli, kalau ga di toko bangunan ya dibeli di toko souvenir yg biasa untuk kawat bunga. Selama kawatnya masih ada lapisan spt plastik yg warna-warni, kayanya kawatnya bakal aman, tp terkadang ketika dipakai, seringkali lapisan warna-warninya terlepas. Jadi aku lebih sering menggunakan kawat yang polosan berwarna silver itu. Hasilnya…ya itulah…..setelah bbrp lama, bagian yang bersentuhan dengan clay lama kelamaan menjadi coklat/berkarat.

Beberapa waktu berlalu, akhirnya aku mulai mengenal yang namanya kawat monel yang biasa dipakai untuk jewelry. Itupun ketemu karena tidak sengaja hihi, maklum krn aku tdk bergerak di bidang jewelry, aku kurang tau kawat tersebut. Di buku2 biasa hanya disebutkan wire aja, aku ga tau ternyata ada kawat yang anti karat :p. Setelah kenal dengan yang namanya monel, aku mulai hunting deh itu kawatnya. Dan kubuatlah percobaan seperti dibawah ini.

Dari kiri ke kanan: kawat monel, kawat silver biasa yang kubeli di toko bangunan, kawat ulir yang biasa dipakai untuk gantungan. Masing-masing ujungnya kutempelin clay (tanpa kulem, jadi bisa kulepas nanti untuk kulihat apakah kawatnya berkarat atau tidak). Setelah beberapa lama (aku lupa tepatnya berapa lama, yg pasti tdk hny dlm hitungan minggu), aku mencoba melepas ujung2 yang ada claynya, dan inilah yang terjadi:

Kawat dari monel sama sekali tdk berubah warna dan tidak berkarat. Kawat yang kubeli ditoko bangunan warna silvernya mengelupas dan jadi menghitam. Kawat ulir yang kutancapakan dibola clay ketika kulepas bagian bwhnya jadi berkarat dan coklat2. Catatan untuk yang kawat ulir, ternyata meskipun bagian bwh berkarat, tp bagian atasnya masih aman sih, dari luar bola putih claynya tidak terlihat wrn karat yang menembus. Tapi ga tau lagi sih ya, kalo udah bertahun2 gimana hasilnya. So…kalau mau aman, untuk menghindari karat mending teman-teman gunakanlah kawat monel jika ingin membuat tulangan/ cantolan untuk gantungan :). Sekali lagi ini hanyalah percobaan kecil yang coba kulakukan, semoga membantu teman2 yang mengalami masalah dengan kawat yang berkarat yaa…

Play with clay, Piet’s Art touch the heart with art

4 thoughts on “Percobaan kawat & karat

  1. Kalau utk gantungan, pakai kawat selain jenis ulir agak susah ya sis utk nempelinnya pd saat kering..
    Terkadang ada beberapa konsumen tidak mau lgsg di pasang kawatnya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *