IMG_7316.JPGlAkhirnya ke 14 perhentian berhasil kuseselaikan yeayyy… Setelah semuanya selesai, aku mulai bikin nomer2 perhentiannya. Untuk lingkaran penandanya, aku bikin dari fimo polymer clay yang glow in the dark, jadi kalo gelap bisa menyala hihi.. Oya, itu untuk lingkaran bercahaya yang ada di Yesus dan bunda Maria, aku juga bikin dari glow in the dark :). Untuk mempercantik nomer penandanya, aku tambahkan clay sulur2 dan kuberi serbuk emas fimo. Serbuk emas fimo aku cukup suka warnanya, shinynya bagusss… Tapi kl di vernis warnanya kadang ga bs pekat seperti sebelum divernis. Jadi itu clay ketika basah aku lapis serbuk emas, dan aku bake. Warnanya cukup melekat sih, cuma ga berani kuusap2 wkwk..

IMG_7318.JPGlAku mencoba foto panel-panel cerita ini di outdoor. Nah karena mataharinya kadang keluar kadang ketutup awan, jadi kadang cahayanya beda-beda nih wkwk… Warna aslinya ga bisa terlalu ditangkap oleh kamera :p. Itu seperti langitnya, mestinya ada gradasi biru, ungu, kuning… terlihatkah? wkwk kayanya kurang keliatan ya XD. Waktu foto-foto soalnya mendung ga jelas gitu… Mau foto di indoor udah terlalu foto2 banyak wkwk jadi males, karena ntar kudu edit fotonya lagi kelamaan :p. Fotonya ga bisa cepat, karena tiap station aku coba foto satu persatu. Apalagi kadang warna dilaptop denga pas dikamera, dan dengan pas di hp pencahayaanya bisa beda2 wkwk, kadang bingung sediri nih yang pas yang mana. Yang penting sih gambarnya tertangkap semua, tinggal warnanya aja kurang warm dikit kalo dibanding aslinya :). Oya sedikit yang agak sulit selain bikin backgroundnya, adalah mencoba membikin ekspresi2 wajah di area yang kecil2. Aku harus bisa menampilkan ekspresi sedih, lelah, sakit, dll. Ekspresi bisa ditampilkan dari mimik wajah dan dari gerak tubuh. Disini aku banyak sekali belajar untuk menampilkannya dalam 2D. Menampilkan ekspresi lelah di wajah yang hanya 0.5cm besarnya itu susah2 gampang. Untuk mata sampai aku terkadag harus pakai tusuk gigi dan jarum untuk menggambar. Kalau dr wajah tdk bisa dimaksimalkan ekpresinya, bahasa tubuh harus bisa menjelaskan juga. Misalnya posisi Yesus diawal2 masih tegak, kepalanya juga masih tidak lunglai. Semakin lama semakin lelah, jadi badannya harus terlihat semakin lemah. Itu waktu Yesus jatuh pertama kali, posisinya kubuat masih bisa menahan di lutut dengan tubuh masih memikul salib. Yesus jatuh kedua kali, Dia mulai tidak bisa menahan salibnya dan jatuh lebih menunduk. Yesus jatuh ke tiga kalinya pasti sudah sangat sangat capai :'(, jadi aku menggambarkan Yesus jatuh lebih menunduk lagi dan tertindih salib :'( (hiks ini waktu aku bikin ikutan sedih lho…). Dan karena disini aku menampilkan banyak ekspresi sedih, waktu membuat ini juga wajahku tertekuk2 deh, ga bisa senyum… membuat perjalanan Yesus di salib ini, membuatku semakin menyadari makna yang begitu dalam…

 

IMG_7269.JPGlMembuat 5 perhentian terakhir ini yang paling berat buatku. Udah mulai capeeee banget rasanya… Udah berhari-ahri bobo diatas jm 2 wkwk… Begitu selesai perhentian 14, rasanya mulai lega, tapi mestinya belum selesai sampai disini bikinnya. Setelah ini aku kudu ngecat kanvas berukuran 40x50cm wkwk. Pertamanya mau pakai 30×40, tapi rasanya terlalu mepet dan kekecilan, jadinya beli lagi yang ukuran lebih besar :). Hosh…hoshh… setidaknya target pertama udah dicapai… Abis ini aku harus ngerjain orderan lagi hihihi… Sambil pelan2 nyelesaiin yang kanvas deh. Tp kanvasnya blm tentu bisa selesai pas paskah, aku ga mau asal bikin soalnya. Jadi mau pikirin konsepnya yang mateng dulu deh. Setidaknya ga mau terlalu buru2 :). Hihi ini hadiah untuk suamiku yang udah selalu memberikan support terbesarnya untukku :). Juga sebagai rasa terima kasihku atas talenta yang udah Dia percayakan. Meskipun tidak sempurna, aku senang bs membuat Jalan Salib ini :). Ntar kalau udah komplit dengan kanvas pasti akan kuposting lagi :). Segala pujian dan kemuliaan hanya bagiMu Tuhan.

Cerita Via Dolorosa sebelumnya:

Via Dolorosa 2D Clay (part 2)

Via Dolorosa part 4 (setelahnya) : http://piets-art.com/blog/2017/04/via-dolorosa-2d-clay-part-4/

Play with clay, Piet’s Art touch the heart with art

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *